Senin, 28 Oktober 2013

Musik

Musik


Aku mau bicara soal musik
Tentu bagi penggemar music
Di mana-mana di atas dunia
Banyak orang bermain musik
Bermacam-macam itu jenis musik
Dari yang pop sampai klasik
Musik yang kami perdengarkan
Musik yang berirama Melayu
Siapa suka mari dengarkan
Yang tak suka [boleh berlalu | heh, minggir!]
Bagi pemusik yang anti-Melayu
Boleh benci jangan mengganggu
Biarkan kami mendendangkan lagu
Lagu kami lagu Melayu
Lain kepala lain pula
Kesenangannya pada musik
Dari itu mainlah musik
Asalkan jangan saling mengusik
Memang dengan adanya music
dunia ramai jadi berisik
tapi kalau tak ada musik
dunia sepi kurang asik
Diatas adalah sebuah syair lagu yang bagi sebgian orang mungkin tidak asing, apalgi bagi mereka generasi tahun 1970an. Ya, itu adalah syair dari lagu dangdut   Soneta Volume 5 - Musik (1976). Diciptakan sekaligus di nyanyikan oleh tokoh musik dagdut Rhoma Irama, sekitar tahun 70an, dimana tahun-tahun itu juga merupakan tahun pegulata musik di Idonesia. Mengapa demikian?, karena periode tersebut adalah periode dimana pengaruh barat begitu besarnya, terutama dari sisi kebudayaan, setelah lepasnya orde lama yang tidak pro barat.
Syair lagu tersebut mungkin bisa mewakili tentang beragamnya musik yang ada baik dintanah air maupun di dunia pada umumnya. Namun sebelum melangkah lebih jauh alangkah buijak kalau kita juga memahami terlebih dahulu apa dan bagai mana musik itu sendiri? Meski musik sudah tidak lagi asing di telinga kita.
Kamus Besar bahasa Indonesia menterjemahkan musik sebagai ilmu atau seni menyusun nada atau suara dl urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinam-bungan.  Dalam musik terdapat unsure nada yang juga diartikan sebagai suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan (terutama yang menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu).
Musik juga bisa diartikan sebagai suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyian. Musik juga merupakan fenomena intusisi, (sebuah daya atau kemampuan mengetahui atau mema-hami sesuatu tanpa dipikirkan atau dipelajari; bisikan hati; gerak hati). Mendengarkannya merupakan  hiburan tersendiri  

Sejarah Musik
Tidak ada catatan jelas kapan music hadir pertam kali di muka bumi ini, konon musik dikenal sejak kehadiran manusia modern Homo sapien yakni sekitar 180.000 hingga 100.000 tahun yang lalu. Itupun baru merupakan dugaan ahli sejarah berdasarkan penemuan-penemuan   arkeologi pada lokasi-lokasi seperti pada benua Afrika sekitar 180.000 tahun hingga 100.000 tahun dahulu telah menunjukkan perubahan evolusi dari pemikiran otak manusia.
Prediksi tersebut dikaitkan dengan perkembangan otak manusia saat itu yang lebih pintar dari hewan,  mereka membuat pemburuan yang lebih terancang sehingga bisa memburu hewan yang besar. Dengan kemampuan otak ini, diperkirakan mereka bisa berpikir lebih jauh hingga mencapai imajinasi dan spiritual. Pada zaman itu juga mereka telah memiliki bahasa untuk berkomunikasi  di antara mereka. Dari bahasa dan ucapan sederhana untuk tanda bahaya dan memberikan nama-nama hewan, perlahan-lahan beberapa kosa kata muncul untuk menamakan benda dan nama panggilan untuk sesorang.
Pola hidup zaman itu ,masih berpindah-pindah,dari pola hidup  yang berpindah-pindah tersebut, mereka mungkin mendapat inspirasi untuk mengambil tulang kaki kering hewan buruan yang menjadi makanan mereka kemudian meniupnya dan mengeluarkan bunyi. Ada juga yang mendapat inspirasi ketika memperhatikan alam dengan meniup rongga kayu atau bambu yang mengeluarkan bunyi. Kayu dibentuk lubang tiup dan menjadi suling purba.

Namun iu hanyalah sebuah analisa yang berdasarkan temuan purbakala yang di analisa berdasarkan pemahaman merka tentang evolusionisme atau paham-paham teori evvolusi, Prinsip dasarnya, manusia menyatakan perasaan takut mereka dan gembira menggunakan suara-suara, berrmain-main dengan suara mereka menjadi lagu, hymne atau syair nyanyian kecil. Manusia juga mampu mengeluarkan suara yang diisnpiasi oleh alam sekitar, misalnya  yang diinspirasikan oleh kicauan burung, kayu-kayu dan batuan keras dipukul untuk mengeluarkan bunyi dan irama yang mengasyikkan.
Mungkin secara tidak sengaja mereka telah mengetuk batang pohon yang berongga di dalamnya dengan batang kayu yang mengeluarkan bunyi kuat. Kulit binatang yang mereka gunakan sebagai pakaian diletakkan pula untuk menutup rongga kayu tersebut besar menjadi gendang.



Prasejarah
Musik bukan hanya milik manusia zaman modern, konon zaman pra sejarahpun music sudah muncul, namun hanya bentuknya sja yang berbeda, karena setiap zaman memiliki cirinya tersendiri. Pada dasarnya jiwa seni ada pada manusia di setiap zaman, karena seni merupkan salah satu fitrah manusia, meski manusia tersebut di golongkan sebagai manusia pra sejarah. Musik pada zaman prasejarah hanya dapat di ketahui dari teori berdasarkan temuan dari situs arkeologi paleolitik, misalnya temuan seruling.
Seruling Merupakan alat musik yang sering ditemukan pada jaman pra sejarah dan bentuknya seperti shakuhachi yang berasal dari Jepang. Seruling Divje Babe yang terbuat dari tulang paha beruang gua, yang diperkirakan sudah dipakai sekitar 40.000 tahun yang lalu. Berbagai jenis seruling dan alat musik yang terbuat dawai atau senar telah ada sejak jaman Peradaban Lembah Sungai Indus , India memiliki salah satu tradisi musik tertua di dunia yang berasal dari kitab Weda . Pengumpulan paling awal dan terbesar alat musik prasejarah ditemukan di Cina dan tanggal kembali ke antara 7000 dan 6600 SM. Lagu-lagu Hurrian / Hurrian songs adalah kumpulan musik tertulis dalam tulisan kuno yang digali dari Hurrian di kota Ugarit yang diperkiarakan telah ada sekitar 1400 SM